Bandung bjb Tandamata Butuh Keajaiban di Sentul Setelah Kalah dari GPP

Bandung bjb Tandamata saat ini berada dalam posisi yang sangat mendesak untuk bisa mencapai tahap final four di Proliga 2026. Setelah mengalami kekalahan yang menyakitkan dengan skor 0-3 dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPP), impian mereka semakin tipis menjelang akhir kompetisi ini.

Kekalahan tersebut terjadi di GOR Utama, Bojonegoro, pada malam hari, dengan angka yang menunjukkan 20-25, 24-26, dan 19-25. Hal ini membuat posisi Bandung bjb Tandamata tetap stagnan di urutan keenam klasemen sementara kelompok putri, dengan total 12 poin dari 10 pertandingan yang sudah mereka jalani.

Sebagai tim yang diharapkan dapat memberikan performa terbaik di panggung Proliga, Bandung bjb Tandamata hanya terpaut dua poin dari Jakarta Popsivo Polwan (JPP) yang menduduki posisi kelima. Ironisnya, kesempatan untuk mengejar poin justru datang ketika JPP kalah dari Jakarta Pertamina Enduro (JPE), tetapi sayangnya tidak dapat dimanfaatkan oleh tim besutan Risco Herlambang Matulessy.

Kekalahan dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia

Dalam pertandingan melawan GPP, Bandung bjb Tandamata sebenarnya memulai dengan cukup baik, terutama setelah kemenangan yang meyakinkan atas MFN dengan skor 3-1. Di set pertama, mereka mampu unggul diawal, tetapi GPP menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan bangkit perlahan dan akhirnya membalikkan keadaan.

Pergerakan tim GPP, yang dilatih oleh Alessandro Lodi, sangat mengesankan. Dengan strategi yang baik, mereka berhasil menutup set pertama dengan keunggulan 25-20, secara efektif memberikan tekanan tambahan kepada Bandung bjb Tandamata. Meskipun ada peluang, tim ini masih harus menghadapi baz untuk memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

Risco, sebagai pelatih, menilai bahwa kekalahan ini banyak dipengaruhi oleh aspek materi pemain asing. GPP memiliki dua pemain asing yang berpengalaman dan lebih solid di lapangan, yaitu Oleksandra Bytsenko dan Annie Mitchem. Hal ini menciptakan jurang kualitas yang sulit diatasi oleh timnya, terutama dalam pertahanan dan serangan.

Pertahanan yang Tidak Kuat

Salah satu poin yang diangkat oleh Risco adalah minimnya kekuatan dalam pertahanan tim. Dalam beberapa momen kunci pertandingan, kesalahan defensif yang dilakukan memberikan peluang bagi GPP untuk mencetak poin dengan lebih mudah. Kesalahan ini harus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim untuk bisa bangkit di sisa pertandingan.

Melihat saat-saat krusial, saat Bandung bjb Tandamata kehilangan momentum, mereka harus belajar untuk lebih fokus. Ini adalah tantangan besar, karena fokus adalah kunci untuk mengatasi lawan yang memiliki kekuatan dan pengalaman, terutama dalam pertandingan penting seperti ini.

Latihan dan persiapan yang matang akan menjadi kunci untuk memperbaiki kelemahan yang ada. Tim tidak hanya harus berfokus pada taktik, tetapi juga pada mental pemain agar tidak tertekan di bawah tekanan pertandingan. Risco tentu berharap agar kedepannya timnya bisa tampil lebih solid di segala aspek.

Peluang Menuju Final Four yang Menipis

Kekalahan melawan GPP telah membuat peluang Bandung bjb Tandamata lolos tipis di sisa pertandingan. Dengan hanya mengumpulkan 12 poin, satu-satunya harapan mereka adalah bisa memenangkan semua pertandingan yang tersisa. Selain itu, mereka juga harus berharap hasil yang menguntungkan dari tim-tim lain yang berkompetisi untuk berebut posisi di final four.

Situasi ini menciptakan atmosfer yang menegangkan, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi suporter setia yang selalu mendukung tim. Tidak seorang pun ingin melihat tim mereka gagal mencapai target yang telah ditetapkan di awal musim. Oleh karena itu, penting bagi tim untuk tetap optimis dan berjuang hingga akhir, meski dalam situasi sulit.

Tim Bandung bjb Tandamata harus berbenah dan tidak menyerah. Dalam setiap kompetisi, ada penurunan performa, tetapi cara tim merespons dan beradaptasi yang menjadi penentu kesuksesan. Untuk itu, setiap pertandingan ke depan adalah kesempatan untuk bangkit dan menunjukkan bahwa mereka pantas berada di posisi yang lebih baik.