Mantan Kapten Inter Milan Berhasrat Kembali, Tiga Klub Liga Italia Siap Menampung

Striker Galatasaray, Mauro Icardi, tengah menghadapi masa depan yang tak pasti dengan isu kepindahannya kembali ke Serie A. Berasal dari perjalanan karier yang penuh warna, Icardi kini terjebak dalam persaingan yang ketat di lini depan klubnya setelah sempat bersinar di Turki.

Icardi, yang sebelumnya menjadi bintang di Paris Saint-Germain, memulai petualangan di Galatasaray dengan status pinjaman. Dalam musim perdananya, ia berhasil mencetak 23 gol dan 8 assist, menempatkan Galatasaray di puncak liga, seakan-akan ia tidak mengalami penurunan performa meskipun berpindah tim.

Musim kedua pun menegaskan kualitasnya. Dengan 32 gol dan 12 assist dari 47 laga, Icardi kembali membawa Galatasaray meraih gelar juara liga. Namun, kesenangan ini tidak berjalan mulus karena cedera yang menerpa di musim 2024/2025.

Performa Gemilang yang Menjadi Kenyataan

Setelah datang untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Lionel Messi di PSG, Icardi menunjukkan mengapa ia layak dipertahankan. Selama dua musim awal di Galatasaray, statistiknya mencengangkan dan memastikan tempatnya di lini depan.

Musim 2022/2023 menjadi pembuktian awalnya, di mana ia memimpin jajaran pencetak gol. Hal ini tidak hanya mengesankan penggemar, tetapi juga menunjukkan dedikasinya terhadap klub baru.

Prestasinya membuat pelatih dan manajemen klub kagum, yang membuktikan bahwa keputusannya untuk meminjam Icardi merupakan langkah brilian. Dengan gaya bermain yang agresif dan insting mencetak golnya, Icardi menjadi sosok yang sulit untuk digantikan.

Cedera yang Menghantui Kariernya

Namun, bencana datang di musim ketiganya. Cedera lutut yang dialaminya membuatnya tidak bisa berkontribusi maksimal, hanya tampil dalam 14 pertandingan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kelangsungan kariernya di Galatasaray.

Penyisihan dari tim utama akibat cedera memberikan tekanan mental yang signifikan. Kini, ia mesti bersaing ketat dengan Victor Osimhen dan Leroy Sane yang baru bergabung, menjadikannya berada di pinggir persaingan.

Keberadaan pemain-pemain baru ini semakin memperkuat posisi Galatasaray, namun di sisi lain, menjadikan Icardi harus berjuang ekstra keras. Penurunan statistiknya bahkan menimbulkan spekulasi mengenai masa depannya di tim.

Rumor Kepindahan yang Mungkin Terjadi

Dengan kontrak yang tersisa hingga musim panas 2026, Icardi kini berada dalam situasi yang rapuh. Penurunan performanya dan cedera yang datang silih berganti membuat manajemen klub mulai mempertimbangkan opsi lain di lini depan.

Berbagai rumor mengenai kepindahan Icardi kembali merebak, dan Januari mendatang dipandang sebagai waktu yang tepat baginya untuk meninggalkan Turki. Banyak klub di Serie A yang bersiap untuk menyambut pemain berusia 32 tahun tersebut.

Masa depan Icardi kini berada di persimpangan, apakah ia akan kembali ke tanah yang pernah membesarkan namanya atau bertahan dan berjuang untuk mengembalikan performa terbaiknya di Galatasaray.